Rezim Internasional: Perkembangannya dan Utama

Oleh: Ajeng Laila Syafitri Djibran (ACABASE)

Rezim internasional saat ini tengah menjadi perhatian dan berkembang dengan pesat dalam studi hubungan Internasional. Rezim internasional dianggap penting dalam dunia perpolitikan, hal ini dikarenakan di dalamnya terdapat pembahasan mengenai bidang politik, keamanan, budaya, ekonomi, serta lingkungan. Tidak hanya itu, terdapat juga pengaruh pola kebijakan maupun kepentingan dalam negara sebagai unitary and rational actor. Selain itu Rezim juga diketahui dapat membantu mempererat adanya sebuah Kerjasama yang ada dalam suatu negara, menciptakan suatu hubungan yang kolektif dalam bentuk keamanan.

Awal mula dari berkembangnya Rezim internasional adalah ketika Perang Dunia II terjadi, dimana pada saat itu terdapat pertemuan Bretton Woods yang sedang diselenggarakan di tahun 1944. Hal ini merupakan suatu permulaan dimana rezim internasional mulai terbentuk dan  hingga saat ini rezim internasional hampir meliputi seluruh aspek yang ada dalam hubungan internasional dimulai dari  isu pertahanan, keuangan, perdagangan, investasi, serta lingkungan. Munculnya aktor-aktor non-negara memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap rezim internasional, tetapi tidak hanya itu ada juga pengaruh yang datang dari komunitas epistemic serta teori yang membandingkan potensi teoritis dan realita empiris dalam rezim internasional

Dalam studi rezim, terdapat 3 pandangan utama dimana didalamnya terdapat bahasan Kerjasama. 3  macam pandangan yang dimaksud adalah realisme, neoliberalisme, dan kognivitisme. Yang pertama realisme, didalamnya terdapat beberapa tokoh seperti Robert Gilpin, Stephen Krasner dan Joseph Grieco  yang mengatakan power akan tetap memiliki peran yang besar baik itu Kerjasama maupun konflik. Lalu muncul lah teori stabilitas hegemoni yang memberikan tanggapan terhadap rezim sebagai suatu bentuk Kerjasama internasional yang kolektif. Hal ini dapat berjalan secara efektif apabila terapat negara yang dominan didalamnya agar tidak menimbulkan kecurangan serta kekhawatiran yang dilakukan oleh anggota aktor lainnya.

Dibagian kedua ada neoliberalisme yang dinilai dapat membantu sebuah negara agar dapat mencapai kepentingan umumnya. Dengan adanya teori neoliberalisme negara kerjasama yang bersangkutan yang awalnya memiliki suatu kecurigaan dapat terorganisir dan meminimalisir adanya perilaku kecurangan.seperti yang kita tahu bahwa negara merupakan aktor yang egois dan hanya peduli terhadap kepentingannya masing-masing serta absolute gains. Akan tetapi ketakutan yang muncul pada suatu negara yang timbul kecurigaan menyebabkan munculnya Kerjasama dalam rezim serta dapat menyebabkan negara yang egois berhasil menghindari hasil yang tidak diuntungkan sehingga rezim layak untuk dipertahankan.

Yang ketiga ada kognitivisme. Tidak banyak para politisi yang memberikan kritik terhadap pandangan realisme dan neoliberalisme. Kaum kognitivisme memiliki anggapan bahwa aktor yang ada tidaklah tetap melainkan mereka bervariasi untuk memberikan penjelasan terhadap perilaku aktor internasional. kognitivis terbagi menjadi 2 jenis yaitu minimalis serta maksimalis. Perbedaannya adalah apabila kognitivis minimalis memberikan pandangan terhadap liberalis dan realis yang melupakan adanya rasa ambiguitas oleh para pembuat keputusan terkait dengan pembelajaran yang kompleks. Sedangkan kognitivis maksimalis adalah reflektivis dan konstruktivis yang memberikan sebuah pandangan terhadap kehidupan sosial serta karakter yang ada dari hubungan internasional. Pola Kerjasama yang ditetapkan oleh mereka mampu memberikan dorongan terhadap sebuah negara agar tidak berperilaku egois.

Dari sini dapat kita simpulkan bahwa pola Kerjasama rezim internasional didasari oleh 3 teori yaitu realisme, neoliberalisme dan kognitivisme.ketiga teori ini tentu memiliki standar yang berbeda-beda. Studi hubungan internasional saat ini juga sedang mengalami perkembangan yang pesat dengan menciptakan banyak hubungan Kerjasama internasional yang hanya diikuti oleh negara internasional saja.

References

Internasional, R. (2020, 04 25). Pendekatan Kontemporer dalam Studi Rezim Internasional. Retrieved 03 17, 2021, from JurusanHI.com: https://jurusanhi.com/pendekatan-kontemporer-dalam-studi-rezim-internasional/

Rakha Dwi Hadianto. (2016). REZIM INTERNASIONAL SEBAGAI INSTRUMEN KEPENTINGAN NASIONAL: KEBIJAKAN RUSIA BERGABUNG DALAM UN GLOBAL COUNTEER-TERRORISM STRATEGY. Journal of International Relations, 2, 135-143.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »