Pendidikan di Italia: Sebelum dan Sesudah COVID-19 Menyerang

Oleh: Lucke Karimah (Awardee Erasmus+ in University of Cagliari, Italy 2019-2020)

Pertama, saya ingin mengungkapkan bahwa pada awal pendaftaraan beasiswa  Erasmus skema KA107+ saya tidak memiliki pandangan ataupun angan-angan dapat merasakan pendidikan di Italia. Italia hanyalah sebatas nama Negara di buku sejarah dunia yang sering disebutkan karena perannya semasa zaman Renaissance dan saat perang Dunia ke-dua. Di benak saya juga muncul gambaran klise telenovela ketika membayangkan kehidupan orang-orang italia, walaupun telenovela sebenarnya merupakan drama series dari Spanyol. Namun tidak pernah terbesit pikirna mengenai, bagiaman sistem pendidikan di Italia sendiri? Atas dasar pertanyaan tersebut, saya menulis artikel sederhana ini untuk sekadar memberikan gambaran pendidikan yang ada di Italia sejauh yang saya ketahui.

Artikel ini ditulis ketika saya sedang berada di Cagliari, Sardinia di saat seluruh Italia terkena pandemik Covid-19. Jadi, secara garis besar, pendidikan yang saat ini saya jalani, seperti yang teman-teman rasakan saat ini di Indonesia melalui meeting secara daring. Tetapi, walaupun sebentar tapi saya juga sempat merasakan pertemuan secara langsung sebelum pertemuan daring diberlakukan.

Sama seperti di Indonesia, di Universitas Italia kita dapat memutuskan pelajaran yang ingin kita ambil di Universitas. Sebelum memutuskan, kita dapat mencek silabus pembelajaran yang akan dilakukan oleh professor selama satu semester pembelajaran di website resmi universitas. Dalam silabus tersebut, sudah lengkap juga di sebutkan apa saja yang akan dibahas di setiap pertemuan, tugas macam apa yang akan diberikan, penilaian yang akan diberikan oleh professor untuk mencapai nilai maksimal, dan buku refrensi yang harus dibaca untuk kelas tersebut. Majoritas silabus yang diberikan juga memiliki tanggal secara berurut mengenai kegiatan yang akan dilakukan sehingga Mahasiswa juga dapat dengan mudah menyesuaikan dengan jadwal tersebut. Untuk program Erasmus sendiri, oleh pihak Universitas kami diberikan keleluasaan untuk memilih mata kuliah di luar program jurusan karena ada kemungkinan mata kuliah yang diinginkan dan bisa di konversi di Universitas asal ada di jurusan lain. Dan perlu dicatat bahwa tidak semua mata kuliah yang ditawarkan memakai bahasa pengantar Bahasa Inggris tetapi juga Bahasa Italia. Untuk program strata-1 (S-1) majoritas bahasa pengantar adalah bahasa Italia. Tetapi untuk Strata-2 dan program research professor disini menggunakan bahasa pengantar Inggris. Dan harus saya akui karena keterbatasan bahasa, maka saya memutuskan untuk mengambil mata kuliah untuk Strata-2. Dan saya tekankan disini, bahwa hampir segala urusan secara    

Lalu untuk pertemuan secara langsung dengan professor, sama seperti pertemuan dengan perkuliahan yang ada di Indonesia, tidak jauh berbeda. Mungkin perbedaan bisa lebih dirasakan dari intensitas waktu pembelajaran sendiri. Jika di Indonesia saya dalam sehari melakukan kegiatan pembelajaran 6 jam per hari dari senin – jum’at, disini saya hanya melakukan total waktu pembelajaran 3 jam setengah maksimal, dan jika mengikuti jadwal normal saya juga tidak memiliki jadwal kelas di hari jum’at. Namun karena ada nya pandemic covid-19 yang menyebabkan pemberhentian proses mengajar di seluruh tingkatan sekolah, termasuk universitas, terdapat perubahan signifikan terhadap cara pembelajaran dan jadwal yang telah diatur sebelumnya.

Secara umum, pihak administrative Universitas saya menyediakan dua platform utama yang digunakan untuk proses pembelajaran yaitu Microsoft Team dan Adobe Connect dimana para Mahasiswa diberikan instruksi melalui e-mail tata cara pendaftaran secara resmi menggunakan alamat e-mail khusus Mahasiswa. Dan di website resmi universitas yang hanya bisa diakses oleh mahasiswa aktif, dipaparkan mengenai jadwal baru mata kuliah pilihan per Mahasiswa. Jujur, pertama kali sistem ini diberlakukan, saya merasa keadaan pembelajaran tidak terlalu kondusif dikarenakan beberapa masalah teknis seperti Mahasiswa yang tidak bisa login, professor yang tidak terlalu bisa mengoperasikan platform yang tersedia, dan kesalahn teknis lainnya, tapi seiring berjalannya waktu kita semua mulai terbiasa. Dan sya cukup senang dengan platform yang disediakan oleh pihak Universitas karena pelajaran dapat di record dank arena kita melakukan login dengan email universitas maka secara otomatis data daftar kehadiran akan tercatat oleh pusat data universitas.

Selama berada di Italia, saya mendapatkan berbagai pertanyaan yang sebenarnya intinya sama, bagaimana tugas yang diberikan oleh para dosen di Italia ketika pandemic berlangsung? Seperti yang sudah saya tuliskan tadi, di silabus awal semester, para dosen sudah dengan jelas memberikan runtuttan aktivitas yang akan dilakukan selama masa pembelajaran dan dari semua mata kuliah yang saya ambil, semua professor saya tetap mengikuti jadwal dari silabus terbut bahkan utntuk urutan jadwal tugas individu maupun kelompok. Tidak ada tambahan dan tidak ada pengurangan, karena notabenya kita tetap melakukan kegiatan belajar mengajar hanya berbeda tempat saja. Masalah apakah mahasiswa dapat menerima pelajaran dengan baik atau tidak akan terlihat sendiri ketika pengumpulan tugas dan ujian. Menurut saya sistem seperti ini sangatlah bagus, karena banyak mahasiswa internsional yang kembali ke Negara masing-masing setelah outbreak Covid`19 sehingga mereka tetap bisa mengikuti pembelajaran tanpa ada beban tambahan.

Di depan gerbang Università Degli Studi di Cagliari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »