Diplomatic Incident Over the Sky of Niš

Oleh: Jordan Aria Adibrata

Ditengah kemeriahan suasana kota yang telah dibebaskan oleh Soviet, terjadi “sambaran dari langit” oleh AS yang ditujukan pada konvoi pasukan Tentara Merah. Insiden tersebut dapat memicu perang skala besar diantara kedua pihak.

            7 November 1944 menjadi tanggal yang mempertemukan AS dan Soviet dalam sebuah kesempatan yang aneh namun berakibat fatal. Lusinan pesawat yang tak dikenal tiba-tiba muncul dilangit Kota Niš, Yugoslavia Selatan saat mereka merayakan ulang tahun ke-27 Revolusi Oktober. Pada awalnya pihak Soviet tidak mengetahui persis pesawat apa yang terbang diatas kepala mereka. Tak lama kemudian mereka menyadari bahwa itu adalah Lockheed P-38 Lightning milik AS, diluar dugaan skuadron pesawat tersebut mulai mengeluarkan timah panas dari senapan kaliber besar mereka terhadap pasukan Soviet di darat.

            Para prajurit langsung berlarian sembari melambaikan tangan dan bendera merah mereka untuk menghindari serangan tersebut, namun usaha tersebut nampak sia-sia. Pilot AS tidak memperdulikan isyarat-isyarat tersebut dan tetap menembaki semua yang bergerak. Dalam keadaan terdesak, pasukan Soviet terpaksa mengambil langkah evasif dengan mulai menembaki kembali sekutu mereka dengan senjata anti-pesawat dan menerbangkan pilot untuk mencegat skuadron tersebut. Walhasil terjadilah salah satu pertempuran aneh pada Perang Dunia II.

            Beberapa pesawat P-38 berhasil dijatuhkan oleh pasukan Soviet, namun untuk menghentikan serangan yang berdurasi 15 menit ini mereka harus membayar harga yang mahal. Serangan ini memakan korban jiwa 27 tentara, termasuk satu orang jenderal, dan 37 lainnya cedera serta 20 kendaraan hancur. Pilot AS baru menyadari kesalahan mereka ketika seorang pilot Soviet meresikokan diri untuk ditembak jatuh dengan mendekatkan pesawatnya dan menunjukkan roundel pada skuadron tersebut. Mengetahui hal tersebut, pesawat-pesawat AS langsung melarikan diri dari tempat kejadian.

            Insiden besar ini kemudian langsung diselidiki oleh kedua belah pihak untuk mengetahui penyebab dari kesalahan yang fatal tersebut. Amerika Serikat secara terbuka mengakui kesalahan yang mereka lakukan, menjelaskan bahwa sebenarnya destinasi skuadron tersebut adalah Kota Novi Pazar yang diduduki oleh Jerman, namun akibat terdapat malfungsi pada penunjuk arah, para Lightning menuju Kota Niš. Kesamaan warna merah pada bendera Soviet dengan Jerman mengakibatkan kesalahan dalam identifikasi. Melalui Duta Besar AS untuk Soviet W. Averell Harriman, AS menyampaikan rasa belasungkawa serta meminta maaf atas kesalahan tersebut.

            Miskoordinasi yang telah mengakibatkan kematian seorang jenderal Soviet tersebut mengundang banyak pertanyaan serta memancing ketegangan antar kedua belah pihak. Soviet telah menganggap AS sebagai potensi musuh dalam kedepannya. Namun investigasi mengenai masalah ini segera dihentikan, karena tidak ingin merusak hubungan antara Sekutu yang dapat merubah jalannya perang nantinya. Sebagai evaluasi, kedua pihak saling menetapkan wilayah dan garis operasi masing-masing agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Lucunya, kejadian serupa terulang lagi ketika 1945 diatas langit Berlin dimana seorang pilot Soviet tiba-tiba ditembaki oleh dua pesawat P-51 Mustang AS. Namun kali ini pihak AS lah yang berhasil dijatuhkan oleh pilot tersebut.

Sumber:

David M. Glantz & Aleksandr A. Maslov (1998) How and why did the Americans kill Soviet General Kotov?, The Journal of Slavic Military Studies, 11:2, 142-171, DOI: 10.1080/13518049808430344

Maslov, A. A. (2016). Fallen Soviet Generals: Soviet General Officers Killed in Battle, 1941-1945. London: Routledge.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »