Human Security Concept

Penulis: Fajarningrum Akhmady

SECURITY STUDIES : HUMAN SECURITY CONCEPT (KONSEP KEAMANAN MANUSIA)

            Realisme seringkali digunakan sebagai teori dalam melihat fenomena keamanan internasional. Pendekatan keamanan menggunaan teori realisme seringkali dianggap terlalu kaku karena berpusat kepada negara sebagai aktor (statec-centric). Kegagalan realisme dalam menjelaskan penekanan objek referensi selain negara membuat Ken Booth dan Robert Cox, para ahli teori kritis memperluas konsep tentang keamanan hingga mencakup individu dan aktor negara lainnya. Para ahli teori kritis melihat bahwa tidak hanya keamanan negara saja yang penting, tetapi keamanan individu sebagai warga negara juga penting bahkan negara dapat menjadi ancaman keamanan individu.  Human Security Theory adalah salah satu bentuk critical theory yang terlahir karena keamanan individu sama pentingnya dengan keamanan negara dan tidak dapat dijelaskan dengan teori realisme yang hanya berpusat kepada negara sebagai objek penelitian satu-satunya.

Ken Booth mencoba memasukkan pendekatan human-centric dalam konsep keamanan diatas state-centric. Hingga individu menjadi salah satu pendekatan dalam studi keamanan kritis, yang dalam literatur seringkali disebut sebagai keamanan manusia. Definisi keamanan manusia yang dirumuskan oleh beberapa ahli adalah kebebasan dan keamanan dari semua ketakutan serta pencapaian kesejahteraan dalam segala aspek kehidupan manusia. Setelah Perang Dunia Kedua, perlindungan terhadap keamanan manusia semakin diprioritaskan dengan adanya Laporan Pembangunan Manusia di tahun 1994 oleh Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) dan juga Konvensi Internasional yang diselenggarakan oleh negara-negara seperti The Universal Declaration of human Rights, The Geneva Convention serta The Convention for the Prevention and Punishment of the Crime of Genoside.Cakupan dalam keamanan manusia menjadi penting semakin meluasnya globalisasi yang menyebabkan batas antar negara yang semakin berpori dan liberalisasi ekonomi.

Cakupan dari keamanan manusia terbagi dalam 7 ancaman yang dirumuskan dalam United Nation Trust Fund for Human Security seperti Food Security, Economic Security, Health Security, Environmental Security, Community Security, Personal Security, dan Political Security. Setiap ancaman ini memiliki banyak tautan dan saling tumpang tindih yang mana satu ancaman dapat mengarah ke ancaman keamanan lainnya. Efek domino yang dirasa seperti dalam konflik kekerasan yang dapat mengarah kepada konflik kemiskinan yang menyebabkan kepada ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan hidup khususnya dalam kebutuhan makanan (Food Security), defisit pendidikan, dan penyakit menular (Health Security). Keamanan individu juga menentukan keamanan negara, maka negara didorong untuk berpartisipasi dalam pembentukan keamanan inividu karena negara dapat terkena dampak dari ketidak amanan warga negaranya.   Dalam keamanan manusia, selain negara yang menyediakan keamanan bagi individu terutama warga negaranya, komunitas internasional juga dapat memiliki kewenangan untuk mengintervensi dalam melindungi keamanan manusia saat negara mereka sendiri tidak dapat menyediakan keamanan atau bahkan melakukan hal yang mengancam keamanan warga negaranya seperti melakukan genosida.

DAFTAR PUSTAKA

Hassman, R. E. (2012). Human Security : Undermaining Human Rights. Human Rights Quarterly, Volume 34, Number 1, 88 – 112.

Nations, H. S. (2009). HUMAN SECURITY IN THEORY AND PRACTICE Application of the Human Security Concept and the United Nations Trust Fund for Human Security .

Peter Hough, S. M. (2015). International Security Studies : Theory and Practice. New York: Routledge.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »