Cara Membuat CV (Curriculum Vitae) yang Baik dan Benar

Penulis : Naufal Fikhri Khairi (General Assembly of Cyber & Communication Department Term Artemis)

Halo guyss! Apa kabar? Semoga para pembaca setia artikel IISAUC diberikan kesehatan dan kesuksessan dari Tuhan Yang Maha Esa. Amin..

Pada kesempatan kali ini kami akan membagikan tips membuat CV yang baik dan benar. Nah, sebelum membahas tipsnya, alangkah baiknya jika kita membahas dulu pengertian CV dan urgensi atau kepentingan dari CV itu sendiri. CV (Curiculum Vitae) merupakan selembaran yang berisi informasi diri kita, yang mana biasanya menjadi syarat untuk melamar pekerjaan, magang, dan volunteer. Dibuatnya CV bertujuan agar mem-branding diri kita sebaik dan sebagus mungkin, baik dari segi kelengkapan informasi maupun design CV. Semakin baik CV kita maka akan semakin bagus juga branding diri kita di mata para HRD (Human Resource Development)/para penyeleksi berkas pelamar pekerjaan.

 Oke langsung saja pembahasan mengenai tips membuat CV yang baik dan benar, sebagai berikut :

1. Kelengkapan Informasi atau Data Diri

            Pada umumnya, dalam CV terdapat beberapa informasi diri kita yang harus tercantum, agar memudahkan para HRD dalam mendapatkan informasi yang diinginkan. Informasi tersebut yakni sebagai berikut:

-Pas foto/foto diri

            Ini merupakan hal yang wajib, agar biar HRD tau wujud anda beneran ada dan tidak ghaib wkwkw.

– Identitas diri

Meliputi nama lengkap (biasanya ditaruh di bagian paling atas dengan font tebal, agar terlihat jelas pemilik CV tersebut). Penjelasan singkat mengenai diri sendiri yang biasa dimasukkan ke bagian “about me (Profil)”, di bagian ini biasanya menjelaskan siapa diri kita meliputi nama lengkap, status (mahasiswa, swasta, freelancer, dll), afiliasi (jika ada), tujuan dari melampirkan CV (misal : ingin melamar pekerjaan di perusahaan tersebut), dan deskripsi diri (sifat positif diri). Semuanya dirangkum menjadi singkat, padat, dan jelas. Lebih baik lagi jika kalian mencaritahu visi dan misi, serta etos kerja yang dijunjung tinggi oleh persahaan tersebut, sehingga kalian dapat mencantumkan kelebihan dan sifat kalian yang selaras dengannya (hal ini merupakan teknik dasar dalam membuat HRD mengambil perhatian lebih ke CV kita).

– Kontak personal (Personal Contact)

            Berisi kontak diri kita guna dapat dihubungi jika lamaran diterima. Pada bagian ini biasanya berisi nomor telfon pribadi, email, media sosial personal (Facebook, twitter, linkedin, instagram, dan lain-lain). Perlu diketahui bahwa ada kemungkinan HRD memeriksa media sosial kita guna mengcrosscheck kepribadian kita apakah sesuai dengan yang dijelaskan di CV atau tidak. Hal ini biasanya dilakukan oleh perusahaan atau pekerjaan yang mengedepankan atitude baik, oleh karena itu berhati-hati lah dalam bermedia sosial.

– Pendidikan (Education)

            Berisi penjabaran jenjang pendidikan dari yang terkecil hingga yang tertinggi (TK, SD, SMP, SMA, Kuliah). Namun, sekarang ini perusahaan-perusahaan atau para HRD hanya membutuhkan jenjang pendidikan terakhir (misal SMA atau S1, S2) tidak lagi dari TK, SD.

-Pencapaian (Achievement)

            Jika kalian memiliki pencapaian misal seperti menjuarai kompetisi blabla, juara 1 lomba blabla, Best Graduate of blabla, bisa dimasukin kesini. Ini merupakan nilai plus untuk citra kalian, tapi perlu diingat achievementnya yang berkaitan dengan bidang yang dilamar, kan tidak lucu jika memasukkan Juara 1 lomba tarik tambang saat melamar pekerjaan di bidang riset.

-Pengalaman (Experience)

            Pengalaman disini dapat bermacam-macam, biasanya terdiri dari pengalaman kerja sebelumnya, pengalaman organisasi, pengalaman volunteer, presentasi di event tertentu, dan lain-lain. Ini juga merupakan nilai plus yang banyak bagi seorang HRD.

-Publikasi (Publication)

            Jika kalian memiliki karya yang telah dipublikasikan dan bersangkutan dengan pekerjaan tersebut maka bisa dicantumkan. Misal ingin melamar di bidang riset, dan kamu memiliki paper yang telah diterbitkan di suatu jurnal, maka kalian boleh mencantumkannya di CV. Hal ini dapat menunjang kelebihan kalian di mata HRD.

– Kemampuan (Skills)

            Kalian dapat menyertakan kemampuan yang kalian kuasai. Kemampuan yang dicantumkan lebih baik adalah kemampuan yang dapat menunjang bidang pekerjaan yang kalian apply. Misalnya kalian lamar pekerjaan ke bagian riset, maka skill seperti analisa permasalahan, pengelolahan microsoft office, design thinking merupakan penunjang yang tepat. Tidak seperti saat melamar pekerjaan dibidang riset, tetapi mencantumkan skill gaming, atau bermain gitar, jadi tidak menunjang profesi dari periset itu sendiri.

– Ketertarikan/hobi (Interest)

            Kalian dapat mencantumkan ketertarika/hobi kalian, ini memang bukan hal yang wajib, namun terkadang hobi yang berkaitan dapat membuat HRD lebih mengenal hobi/ketertarikan kalian.

2. Serba-serbi mengenai desain CV

-Jenis font

            Font merupakan hal yang penting dalam CV, karena font yang baik/bagus untuk CV yakni font yang dapat dengan mudah dibaca, tidak aneh/membingungkan. Berikut rekomendasi penulis mengenai font yang dapat digunakan dalam CV, yakni seperti Calibri, Lato, Cambria, Helvetica. Mengenai font yang tidak disarankan dalam CV sebagai berikut: Times new roman (sudah biasa digunakan, dan terlihat seperti formal banget), lucida handwriting (seperti tulisan sambung, sulit dibaca), comic sans (seperti model komik, seperti untuk anak kecil).

-Desain tidak rame/sumpek

            Desain yang bagus untuk CV adalah desain yang enak dipandang, tidak sumpek, dengan kata lain minimalis, karena desain minimalis enak dipandang dan mudah mendapatkan informasi darinya. Selain itu desain minimalis menjadi trend CV saat ini.

-Formal dan kreatif

            Jika anda ingin melamar ke perusahaan yang pekerjaannya formal maka buatlah desain yang formal tapi tidak kaku sekali, formal dalam artian pas foto yang formal (pakai jas/kemeja). Jika anda melamar ke perusahaan kreatif maka design CV anda harus kreatif, tidak kaku, dan pas foto tetap harus pada batasannya yaaa, jangan pake foto backlight, selfi dengan patung, dll wkwkw.

-Gunakan template CV

            Jika kesusahan dalam mendesain CV sendiri maka cara mudahnya yakni menggunakan template CV gratis yang banyak tersedia di website-website tertentu. Karena saya baik hati maka berikut website-website penyedia template CV gratis :

canva.com

freepik.com

coolfreecv.com

visualcv.com

easel.ly

3. Contoh CV

           Kurang lebih CV yang baik dan benar sebagai berikut :

                  Sekian tips yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat bagi kita semua, amin. Sampai jumpa lagii guysss! Tetap terus ikutin artikel-artikel kami yaa..

3 thoughts on “Cara Membuat CV (Curriculum Vitae) yang Baik dan Benar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »