Ekonomi Politik Internasional: “Pendekatan Liberalis”

Oleh: Al Dina Maulidya

Menurut Robert Gilpin, Ekonomi Politik Internasional merupakan hubungan paralel yang melibatkan interaksi antara ‘negara’ dan ‘pasar’ yang ada di dunia modern, hubungan dan interaksi tersebut kemudian melahirkan ‘ekonomi politik’. Dalam Ekonomi Politik Internasional (EPI) terdapat istilah state of art yang mampu memberikan perbedaan antara EPI dengan ilmu ekonomi pada umumnya. John Stuart Mill menggambarkan EPI sebagai ilmu yang mengajarkan cara bagi negara untuk mencapai kemakmuran. Namun, Kemakmuran dalam pandangan seorang Liberal tidak dapat dicapai dengan menggabungkan bidang eknomi dengan bidang politik.

Berbeda dengan Merkantilism dan Marxisme yang menggunakan Zero-sum Game serta melihat adanya keterkaitan antara politik dan ekonomi, kaum Liberalis memilih opposite dengan tidak setuju jika adanya campur tangan pemerintah di dalam pasar. Kaum liberal memfokuskan bidang ekonomi sebagai sumber utama bagi negara untuk mendapatkan kesejahteraan, kemajuan serta kerjasama. Keterlibatan politik di dalam pasar hanya akan membawa konflik yang menyebabkan kemunduran. John Locke, seorang tokoh Liberalis menekankan pentingnya ekonomi liberal, dimana ekonomi sebenarnya dapat berjalan dengan sendirinya berdasarkan hukum serta mekanisme ekonomi atau pasar itu sendiri. Pendapatnya kemudian diperkuat oleh pendangan seorang Liberalis, David Ricardo terkait perdagangan bebas yang akan membawa keuntungan bagi individu yang terlibat.

Kaum Liberalis juga menolak pandangan Merkantilism yang menetapkan negara sebagai aktor sentral dalam pembangunan ekonomi. Menurut mereka, produsen dan konsumen merupakan tokoh yang paling pantas untuk menyandang gelar ‘aktor sentral’. Hal ini dikarenakan pasar yang pada dasarnya merupakan arena terbuka bagi prosuden dan konsumen untuk saling bertukar barang dan jasa. Liberalis melihat jika ekonomi memliki sifat Positive-sum Game, artinya saling menguntungkan dan memungkinkan bagi semua pihak untuk mendapatkan keuntungan lebih dari modal awal mereka. Oleh karena itu, kaum Liberalis berpendapat jika Perekonomian Internasional seharusnya didasari oleh perdagangan bebas.

SUMBER:

Gilpin, Robert. 2001. “The Nature of Political Economy”, dalam Global Political Economy: Understanding the International Economic Order, Princeton: Princeton University Press, pp. 25-45.

Jacksom. R. & G. Sorensen. 2005. Pengantar Studi Internasional. Diterjemahkan dari bahasa inggris oleh Dadan Suryadipra, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Leileritz, Rafl J. International Political Economy: The State of The Art. Colombia International, pp. 50-63.

3 thoughts on “Ekonomi Politik Internasional: “Pendekatan Liberalis”

  1. Xxxx says:

    Suka nih dengan artikelnya, udh 3 pendrkatan dalam EPI yang dijabarkan. Love it! Next nya di seriin kayak gini lbh bagus mungkin yaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »