Theory of International Relations: Hegemonic Stability

Oleh: Andi Muh. Farid Ramadhan

Teori Stabilitas Hegemoni menjelaskan keterbukaan dan stabilitas ekonomi internasional yang memungkinkan adanya negara tunggal yang mendominasi. Dengan mendefinisikan negara sebagai aktor tunggal yang nantinya akan menjadi penentu utama dalam sistem ekonomi internasional. Teori Stabilitas Hegemoni dapat membantu dalam menganalisis kekuatan besar yang akan menjadi hegemon dan juga dapat meramalkan masa depan politik internasional yang nantinya akan stabil atau tidak stabil. Teori ini memiliki elemen liberal dalam menciptakan perekonomian dunia yang terbuka berdasarkan pada perdagangan bebas. Selain itu, teori ini jugs sangat penting karena harapan pasar internasional tersebut pada kekuatan dominan yang liberal.  Tanpa adanya hegemon, perekonomian dunia tidak akan stabil.

Charles P. Kindleberger merupakan sarjana yang mengembangkan teori tersebut dalam bukunya “The World in Depression: 1929-1939”. Beliau berpendapat kekacauan ekonomi  pada saat perang Dunia 1 dan Perang dunia 2 akan mengalami depresi karena tidak adanya pemimpin dunia yang memiliki ekonomi dominan. Oleh karena itu, dengan menyentuh atau menyindir masalah ekonomi pada saat itu, Charles meramalkan stabilitas sistem global pada masa yang akan datang . Menurut  Charles, Teori Stabilitas Hegemoni umumnya berpendapat bahwa negara hanya dapat bekerja sama secara ekonomi satu sama lain ketika kekuatan hegemonik memegang ikatan secara ekonomi atau militer.

Definisinya bahwa negara yang memiliki dominasi dan kekuasaan akan mampu untuk membentuk sistem ekonomi internasional yang stabil dan terbuka. Teori ini juga dikembangkan pada 1970-an oleh Robert Gilpin dan Stephen Krasner, mereka menderskripsikan pola hubungan ekonomi internasional abad akhir kesembilan belas yang pada akhirnya mereka memandang bahwa negara Inggris dan Amerika Serikat  sebagai negara hegemoni yang mendorong keterbukaan ekonomi internasional dan kestabilan global. Pada awalnya kedua negara tersebut bukan merupakan hegemon karena masalah yang mereka hadapi setelah perang dunia berakhir. Ketidakstabilan dalam hubungan ekonomi internasional pada saat itu dikarenakan ketidak mauan dari inggris maupun Amerika Serikat untuk mengambil peran pemimpin hegemon. Namun seiring berjalannya waktu, kedua negara tersebut kemudian muncul sebagai negara dominan yang memiliki peranan penting dalam merumuskan dan membentuk sistem perekonomian global. Kedua negara ini merupakan sejarah hegemon liberal pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.

Referensi

Jackson, R., & Sorensen, G. (2013). Pengantar Studi Hubungan Internasional : Teori dan Pendekatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Krasner, M. C. (1989). Hegemonic Stability Theory: an empirical assessment. Review of International Studies, 183-198.

Yazid, A. P. (2015). Thre Theory of Hegemonic Stabilty, Hegemonivc Power and International Political Economic Stability. Global Journal of Political Science and Administration, 67-79.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »