The Key of Being Happy

Oleh : Riswanti Dyah Sekar Rahayu (General Assembly of Talent Management)

Dulu waktu kecil, pernahkah kalian merasa nggak sabar untuk segera jadi remaja? Dan setelah menginjak usia remaja, banyak juga diantara kita yang tidak sabar untuk segera menjadi dewasa. Namun, setelah kita mulai merasakan tantangan kehidupan yang nyata seperti beban kuliah, hubungan pertemanan, dan permasalahan lain yang semakin kompleks, we started to feel lost! Menghadapi perubahan emosi, fisik, dan spiritual di fase menuju kedewasaan memang bukanlah hal yang mudah ya kan?

Eitsss Tapi tenang, menghadapi fase seperti ini bukanlah hal yang aneh, justru sangat wajar sekali. Hal ini terjadi karena kita baru saja memasuki dunia nyata atau “the real world”. Kita memang perlu penyesuaian akan hal baru.

Dilema dan kegalauan yang kita rasakan nggak jarang bikin stress bahkan sampai merasa down, bener nggak? Kalau kalian pernah atau sedang melewati fase ini, sekarang kalian mendarat di tempat yang tepat. So, langsung aja dibawah ini adalah sedikit tips yang bisa membantu kalian untuk merasa lebih bahaga :

  • Menerima Diri Sendiri & Menumbuhkan Body Positivity.

Hal yang dapat kita lakukan adalah dengan menerima diri sendiri. Tapi gimana cara agar kita bisa menerima diri sendiri? Yupsss! betul sekali pertama kita harus mengenal diri kita dulu guys. Apabila kita telah memahami siapa diri kita, apa peran kita, apa kelebihan dan kekurangan kita, maka akan lebih mudah untuk menemukan citra positif atas diri kita sendiri. Setelah kita belajar menerima dan menemukan citra positif tadi, selanjutnya akan diimbangi dengan munculnya body positivity.

“Body positivity, broadly, is about loving yourself and others regardless of physical appearance”

  • Acknowledge your Strengths & Weaknesses.

Tips kedua sebenarnya masih berhubungan dengan poin pertama, yaitu menerima diri sendiri dengan menyadari kekurangan serta kelebihan. Setelah mengetahui kekurangan, kita jadi lebih mudah untuk mengatasi, dan mencari solusi dari kekurangan itu. Begitu juga langkah selanjutnya yaitu dengan mengembangkan kelebihan dan potensi yang kita miliki agar lebih berguna bagi diri sendiri maupun sekitar.

  • Be Friends with Yourself!

Kira-kira bagaimana ya cara berteman dengan diri sendiri? Agak susah susah gampang sih. Tapi, gampangnya bisa kita mulai dengan mengurangi perasaan yang “menganggap bahwa diri kita selalu kurang” atau Bahasa gaulnya selalu merasa “not good enough”. Jangaaan!
Please kurangin pikiran-pikiran seperti itu ya! Mulai kurangin juga kebiasaan “melihat kanan-kiri”. Melihat kanan-kiri disini berarti bahwa kita selalu melihat pencapaian orang lain dan membandingkan dengan apa yang kita punya. Jika sibuk membandingkan diri dengan orang lain, hanya akan menghambat dan membuat kita stuck tidak berkembang, diam di tempat. Tanamkan di pikiran kalian bahwa setiap orang mempunyai waktunya masing-masing. Kunci dari semua itu adalah sejauh mana kita bisa bertahan dan sejauh mana kita bisa berjuang untuk mengembangkan diri.

“If you make friends with yourself, you will never be alone – Maxwell Maltz”

  • Memperkaya diri dengan pengetahuan

Kita ungkin sudah familiar dengan ungkapan “Knowledge is Power”, dan ya! memang ungkapan itu benar adanya. Selain dapat mengangkat derajat kita, memperkaya diri dengan pengetahuan dapat membuat kita menjadi lebih  berbobot ketika berbicara dengan orang lain. Hal ini tentunya juga dapat meningkatkan self branding kita sebagai individu. Eitsss ditambah lagi dengan banyaknya pengetahuan kita juga lebih dapat mengerti diri sendiri, dan membuat kita lebih memahami apa saja yang bisa membuat kita happy, yang kita sukai dan hal yang kita kurang sukai. Dengan ini, pengetahuan dapat membantu kita dalam menikmati hidup yang kita mau.

  • Depend (only) on yourself!

Memang benar bahwa manusia adalah homo socialis atau makhluk sosial, dan pasti kita akan sulit bagi kita untuk tidak bergantung pada orang lain. Tapia da ungkapan yang menyatakan bahwa :

“Self-Reliance Is The Secret to Consistent Happiness”

Sebagai manusia kita memiliki insting untuk mencari dan menemukan kebahagiaan. Namun, kita harus sadar bukan tugas manusia lain untuk memenuhi hal itu. Bukan tugas orang lain untuk membuat kita bahagia. Karena mungkin.. mereka juga sedang berjuang sama kerasnya untuk diri mereka sendiri, sama seperti kita. Suatu saat ketika orang-orang itu tidak ada di samping kita, kita akan merasa hampa. Jangan sampai terjadi ya guys! Jadikan diri kita sebagai sumber kekuatan, sumber kebahagiaan, dan teman bagi diri kita dikala susah dan sedih. That’s why, kita harus mencari kebahagiaan mulai dari dalam diri kita sendiri, baru kemudian kita bisa membagi kebahagiaan itu dengan orang sekitar. Because sometimes sharing happiness also makes life great!

  • Detach Yourself from Toxic Relationship.

Tips yang terakhir juga gak kalah penting. Jika kalian punya relationship entah itu dengan teman, sahabat, rekan kerja, ataupun pasangan yang dirasa menghambat kalian untuk develop, tumbuh, atau terlalu mempermainkan emosi, dan tidak menjaga persaan kalian cepat-cepat deh ending that relationship! Percaya deh hubungan toxic seperti itu hanya akan menghambat kebahagiaan kalian. Jangan pernah takut untuk kehilangan orang lain, teman, sahabat maupun pacar! Dalam kehidupan kalian harus tau bahwa manusia datang silih berganti dan yang seharusnya jadi priorotas kalian cuman satu, yaitu your inner peace.

“One of the happiest moments in life is when you find the courage to

let go of what you cannot change.”

Selain tips-tips yang sudah disampaikah di atas, untuk menjadi bahagia kita juga bisa melakukan hal-hal kecil seperti makan makanan yang sehat, istirahat yang cukup, dan olahraga teratur. Dengan menjalankan pola hidup sehat, itu akan membantu diri kita untuk menjadi lebih fit, less chaos, dan lebih ready untuk menghadapi tantangan yang ada!

So sekian dari artikel ini, semoga dapat membantu kalian menjadi lebih bahagia. Jangan lupa untuk selalu akrab dengan rasa syukur, kebahagiaan, and last but not at least, to always think in positive way!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »