Nano Power Diplomacy: Everybody is Diplomat

Oleh: Yusril Ihza Mahendra

      Ketika mendengar kata Diplomat mungkin yang terlintas dipikiran kita adalah sesosok yang tampan, bersih, rapi dan berjas yang siap untuk menghadiri pertemuan penting dalam sebuah gedung besar untuk membicarakan masalah-masalah ekonomi, politik, keamanan dan segala hal yang berkaitan dengan kepentingan negara yang diwakilinya. Namun, bagaimana jika ternyata semua orang sebenarnya bisa menjadi seorang Diplomat?. Bahkan anda yang hobi rebahan di kasur, mondar-mandir dari satu aplikasi ke aplikasi lain ternyata juga merupakan seorang Diplomat?. Nahh…ini lah yang coba untuk dijelaskan oleh Nano Power Diplomacy.

      Nano Power Diplomacy adalah diplomasi yang dilakukan oleh individu maupun kelompok kecil, tanpa adanya aktifitas tawar-menawar atau negosiasi. Dalam praktek diplomasi ini, sharing of symbol dan person to person direct contact merupakan dua poin yang dianggap penting. Dengan kata lain, Nano Power Diplomacy adalah praktik diplomasi yang mengutamakan aspek kebudayaan dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai landasan utamanya. Jenis diplomasi ini memiliki sifat non-profit dan dilakukan secara sukarela. Eksistensi bentuk diplomasi semacam ini penting sebagai antitesis terhadap bentuk-bentuk diplomasi high politics yang hanya dilakukan oleh pemerintah dan seringkali mengabaikan peran individu.

     Di era globalisasi seperti saat ini, hubungan internasional tidak lagi terbatas oleh aktor-aktor negara saja (statae-centric), perkembangan teknologi yang begitu pesat khususnya dalam bidang komunikasi membuat saluran informasi menjadi semakin kompleks dan beragam. Interkoneksi antara masyarakat global secara individu kini memegang peranan penting dalam melaksanakan tugas diplomatik. Dengan menggunakan piranti media sosial seorang individu mampu melaksanakan diplomasi dan sharing idea dengan memposting informasi-informasi mengenai negaranya. Meskipun terlihat sepele, namun jangkauan media sosial yang begitu luas dan mengglobal memiliki dampak yang tidak bisa diabaikan.   

Sooo… I am a diplomat, you are a diplomat, and everybody can be a diplomat. 🙂

References

Purwasito, A., 2018. Nano Power Diplomacy – out of the mainstream. Mandala – Jurnal Hubungan Internasional, 1(1), pp. 1-18.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »