Soft Power dalam Hubungan Internasional

Oleh : Mawaddah Dhuha Rahmarilla

Power sebuah kata yang sudah tidak asing lagi dikalangan akademisi hubungan internasional. Power adalah suatu kekuatan yang dibutuhkan oleh pihak tertentu, khususnya negara untuk dapat memenuhi national interestnya. Secara umum power diwujudkan melalui 3 cara yaitu ancaman (tindakan koersif), pancingan dan pembayaran/payments (“carrots”) serta daya tarik/pengaruh untuk membuat pihak lain melakukan apa yang kita inginkan. Cara ini juga yang pada akhirnya membentuk penggelompokkan power menjadi dua cara yitu diasosiasikan dengan hard power/militer/paksaan, dan soft power/daya tarik.

Menurut Nye power juga digolongkan dalam spektrum perilaku yang berbeda. Penggolongan ini dibagi menjadi dua yakni hard power dalam spektrum perilaku command power, command power adalah kemampuan untuk mengubah apa yang pihak lain lakukan (what others do). Kedua yakni soft power dalam spekrum perilaku co-optive power dan attraction, yang mana dengan kemampuan untuk dapat mempengaruhi dan membentuk apa yang pihak lain inginkan (what others want). Co-optive bekerja melalui agenda setting (manipulasi agenda pilihan politik sehingga pihak lawan gagal dalam mengekspresikan suatu tujuan politik tertentu karena merasa tujuan tersebut tidak lagi realistis/tidak banyak menguntungkan). Sedangkan attraction/daya tarik yang bersumber pada budaya, nilai-nilai dan kebijakan yang dimiliki. Attraction umumnya sukses bekerja apabila diplomasi publik memiliki daya tarik yang cukup atraktif untuk mempengaruhi preferensi target/pihak lawan yang dituju.

Joseph Nye (2004) mengatakan power sebagai “the ability to influence the behavior of others to get the outcomes one wants”. Sumber dari soft power sendiri terdiri dari aset-aset yang memproduksi daya tarik, Nye menjabarkannya dalam tiga sumber yakni culture/kebudayaan, values (khususnya political values, religious values, social values, etc), foreign policy/kebijakan luar negeri. Soft power memiliki istilah aktor-aktor yang terlibat dalam prosesnya yakni “referees” dan “receivers”, referees mengacu pada pihak yang menjadi sumber rujukan legitimasi dan kredibilitas soft power sedangkan receiver mengacu pada target penerima soft power. Sebagai salah satu sumber power, culture/kebudayaan dibagi menjadi dua yakni high culture (seni, literatur, dsb) dan pop culture (mass entertainment/produksi hiburan massal). Values/nilai merupakan hal abstrak namun dapat dilihat dari perilaku seorang pemimpin (presiden/raja/sultan/dsb), juga nilai yang berkembang di masyarakat negara terhadap respon baik/buruknya sesuatu. Yang ketiga adalah foreign policy suatu negara yang mana foreign policy merupakan salah satu refleksi dari national interest negara tersebut. Apakah kebijakan yang diambil mencerminkan nilai-nilai yang dianut oleh negara tesebut, apabila nilai tersebut baik maka akan dipandang baik oleh dunia internasional.

Soft power memiliki batasan dalam pengimplementasiannya, yakni sebagai berikut:

  1. Adanya imitasi yang dapat mengurangi efek soft power.
  2. Ketergantungan soft power pada konteks yang lebih besar daripada hard power.
  3. Attraction memiliki efek yang lebih tersebar, sehingga sulit untuk melakukan pengukuran dengan pasti sehingga penggukuran soft power tidak dapat dilakukan dengan sempurna.
  4. Apabila hanya dikonsentrasikan pada satu negara, soft power akan kehilangan daya tarik/ menjadi kurang penting.
  5. Soft power lebih sering memberikan efek pada tuuan umum suatu negara, hanya sebagian yang berdampak pada tujuan khusus.
  6. Pemerintah tidak memiliki kontrol penuh atas daya tarik.

Nah sampai sini secara umum paham kan tentang soft power?, Masih kepo-kepo tentang soft power? kalian bisa baca literatur lain yang barkaitan dengan soft power dan Semoga ini membantu kalian dalam memahami soft power.

Joseph S. Nye, J. (1990). Foreign Policy, No. 80, Twentieth Anniversary (Autumn, 1990). Washingtonpost.Newsweek Interactive, LLC.

Yani, Y. M., & Lusiana, E. (2018). SOFT POWER DAN SOFT DIPLOMACY. Jurnal TAPIs Vol. 14 No. 02, 48-52.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »