Ekonomi Politik Internasional : Pendekatan Merkantilisme

Oleh : R. Muhammad Oddy Nurfiansyah

      Pada awalnya, kedua disiplin ilmu ini adalah dua hal yang berbeda, Ekonomi Internasional dan Politik Internasional. Namun dengan perkembangan jaman yang berbanding lurus dengan semakin kompleks isu-isu global menyebabkan kedua disiplin ilmu tersebut tidak dapat menjelaskan secara komprehensif dan signifikan secara mandiri. Dalam perjalannya, EPI (Ekonomi Politik Internasional) menjadi disiplin yang lebih mampu untuk menjelaskan keadaan yang kontenporer. Disiplin ilmu ini juga memiliki tiga teori klasik yang sering kali terdengar dan cukup familiar di kalangan penstudi Ilmu Hubungan Internasional. Tiga teori tersebut antara lain adalah Merkantilisme, Liberalisme, dan Marxisme.

      Dimulai dengan Merkantilisme dimana pendekatan ini adalah pendekatan yang paling awal yang memiliki kaitan cukup erat dengan pembentukan negara berdaulat dan modern pada abad ke-16 dan ke-17. Pada dasarnya kaum Merkantilis melihat bahwasanya aktivitas ekonomi seharusnya tunduk dan hanya tunduk pada tujuan utama pembangungan negara yang kuat. Dengan Bahasa yang sederhana, ekonomi hanyalah alat politik dan suatu dasar bagi kekuatan politik. Kaum merkantilis cenderung melihat panggung internasional sebagai arena konflik antar kepentingan nasional yang saling bertentangan daripada area kerjasama yang membawa keuntungan satu sama lain. Bagi penganut Merkantilis, mereka berasumsi bahwa persaingan ekonomi antarnegara adalah ‘zero-sum game’ dimana keuntungan bagi suatu negara merupakan kerugian bagi negara yang lain.

      Merkantilisme memiliki beberapa pemikir serta politisi dan ekonom terkemuka. Alexander Hamilton misalnya, yang merupakan salah seorang bapak pendiri Amerika Serikat, yang kerap kali dikenal dalam bentuk kebijakan-kebijakan proteksionisnya yang bertujuan untuk melindungi industri domestic di Amerika Serikat. Saat ini, pemikir kaum Merkantilis tengah berfokus pada ‘developing countries’ di Asia Timur : Jepang, Korea Selatan, Taiwan dan China. Mereka menekankan bahwasanya keberhasilan ekonomi selalu disertai peran kekuasaan, yang kuat, bagi negara dalam memajukan pembangunan ekonomi negara. Singkatnya, teori Merkantilis memiliki aktor utama/unit analisa negara, hubungan antara politik dan ekonomi yang ditentukan oleh politik negara, dan juga memiliki sifat hubungan ekonomi yang konfliktual, zero-sum game dan yang terakhir, memiliki tujuan untuk membangun kekuatan negara.

References

Gilpin, Robert. 2001. Global Political Economy – Understanding the International Economic Order. New Jersey: Princeton University Press.

Jackson, Robert, and George Sorensen. 2013. Pengantar Studi Hubunngan Internasional – Teori dan Pendekatan. Yogyakarta: PUSTAKAPELAJAR.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »