Tokoh-Tokoh Pemikir Konstruktivisme

MAX WEBER


Max Weber seorang ahli ekonomi politik dan sosiolog asal Jerman juga turut memberikan pandangannya mengenai konstruksi pemikiran. Dia berpendapat bahwa dunia sosial memiliki perbedaan dengan dunia fisik alamiah. Manusia memahami tindakan manusia lain dengan cara memaknai tindakan tersebut. Untunk menjelaskan tindakan manusia maka tidak cukup dengan hanya menjelaskan fenomena fisik yang terjadi, tetapi dibutuhkan pemahaman interpretif atau memaknai fenomena tersebut ‘verstehen’. Oleh karena itu, para pemikir konstruktivisme menekankan pentingnya pemaknaan dan pemahaman terhadap suatu objek atau fenomena.


ALEXANDER WENDT


Alexander Wendt adalah seorang ahli politik dari Jerman. Salah satu pendapatnya tentang konstruktivis adalah bagaimana pembentukan identitas menjadi hal yang paling dasar dan utama dalam memutuskan kebijakan luar negerinya. Karena menurutnya seseorang (aktor negara) tidak bisa langsung memberikan putusannya tanpa mengenali siapa dirinya, negara, dan masyarakat. Maka dari itu bahwa pendekatan sosial kemasyarakatan menjadi penting tanpa berpikir soal kekuatan yang selalu digaungkan oleh pandangan realis. Menurut Alexander Wendt Dua inti dasar konstruktivisme adalah “struktur hubungan manusia lebih ditentukan oleh gagasan bersama alih-alih dorongan materi, dan identitas beserta kepentingan aktor yang berkepentingan dikonstruksi oleh gagasan bersama alih-alih diturunkan secara alamiah”


EMANUEL ADLER T


Emanuel Adler membagi konstruktivisme menjadi dua pendekatan. Pendekatan pertama melihat realitas (material) dan ide sebagai dua hal yang berbeda dan terpisah sama sekali. Realitas adalah segala sesuatu yang dapat diindera jadi jelas bentuknya. Realitas itu seperti bentuk pikiran dari subjektivitas manusia. Sedangkan ode berada di dalam pikiran manusia. Sebaliknya perspektif kedua meyakini bahwa realitas tidak lain adalah ide. Apa yang selama ini dianggap sebagai sesuatu yang dapat diindera, bisa dibuktikan ilmiah, sejatinya adalah hasil fantasi atau persepsi belaka. Apa yang selama ini dinamakan negara, perang, senjata nuklir, sistem internasional, dan lain‐lain yang kasat maupun tidak kasat mata, semuanya adalah efek dari ide itu sendiri.


NICHOLAS ONUF


Seorang pemikir konstruktivis bernama Nicholas Onuf merupakan seseorang yang mengenalkan konsep akan hubungan akan aturan dan masyarakat. Dalam konsepnya, ia menyatakan bahwa struktur yang dibuat akan balik memengaruhi sang pembuat aturan tersebut saat berinteraksi. Mengapa? Karena sang pencipa aturan tersebut merupakan bagian dari masyarakat dimana aturan tersebut berlaku dan mengatur kehidupan mereka. Sehingga, pada akhirnya aturan tersebut akan berbalik memengaruhi pembuat aturan tersebut. “People make rules, rules make society, society’s rules make people conduct themselves in specified ways.” – Nicholas Onuf

Sumber :
https://www.e-ir.info/2011/03/09/the-thrust-of-wendtian-constructivism/ diakses pada tanggal 2 Desember 2018
Alexander Wendt, Social Theory of International Politics (Cambridge: Cambridge University Press, 1999), p.1
Jackson, R. & Sorensen, G., 2013. Pengantar Studi Hubungan Internasional. Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR. El Bilad, C. Z., n.d. Konstruktivisme Hubungan Internasional: Meretas Jalan Damai Perdebatan Antarparadigma. p. 71. Immanuel, A., 1997. Seizing The Middle Ground : Constructivism in World Politics.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »