Realisme, Mahasiswa HI Harus Tahu!

Sejarah Realisme muncul semenjak pasca Perang Dunia II, yaitu ketika pendekatan ide ala liberal tidak mampu memberikan penjelasan yang meyakinkan mengenai “Harmony of Interest” yaitu bahwa adanya ketidak-berbanding lurusnya economic interdependence dengan perdamaian, demokrasi liberal dan kemandulan LBB. Serta mengkritik konsep Absolute Standard yang ditawarkan oleh Liberal. Adapun kritik yang muncul saat itu adalah bahwa Liberal mengabaikan peran kekuasaan (power), terlalu percaya bahwa negara memiliki kepentingan yang sama (harmony of interest), terlalu mengedepankan rasionalitas manusia tanpa memperhatikan sisi egois manusia, dan terlalu optimis bahwa manusia dapat menghindarkan perang.


Menurut Realis, perilaku negara yang cenderung untuk mencari kekuasaan ini berakar pada sifat alami manusia yang memang didorong oleh dorongan biologis manusia. Realisme percaya bahwa hanya melalui pemahaman terhadap human nature (karakter manusia) yang sesungguhnya maka esensi dan politik internasional seperti kompetisi, rasa takut dan perang bisa dijelaskan. Pemikiran realisme ini mulanya bersumber dari asumsi dasar yang dibangun oleh pemikir klasik yaitu Thucydes, Nicollo Machiavelli, Thomas Hobbes, Edward Hallet Carr dan
Hans Margenthau.

Sehingga ide asumsi utama realis adalah berdasarkan pada sifat manusia alamiah yang egois, power politik yaitu segalanya berlandaskan kekuasaan, hubungan antar negara adalah konfliktual, sistem internasional dipandang sebagai kondisi yang anarkis, dan perang dianggap sebagai penyelesaian utama atau penengah utama masalah.

Reference:
Robert Jackson and Georg Sorenson. 2013. Pengantar Hubungan Internasional: Teori dan Pendekatan Fifth Edition. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Scott Burchill, Andrew Linklater, Richard Devetak, Jack Donnelly, Matthew Paterson, Christian Reus-Smit and Jacqui True. 2005. Theories of International Relations. New York: Palgrave Macmillan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »