Interdependence

Oleh : Fitri Al Istiqomah

Interdependence atau interdependensi (saling ketergantungan) adalah sebuah konsep yang berasal dari teori Liberal. Interdependence merupakan sebuah hubungan antara dua negara atau lebih yang hubungannya sangat rentan terhadap perilaku negara yang bisa mempengaruhi tindakan negara lainnya. Maksudnya, interdependence adalah kondisi yang mengacu pada situasi dimana perilaku negara (aktor) ditentukan oleh peristiwa eksternal atau ditentukan hubungan timbal balik antara negara dengan negara lainnya atau aktor lainnya, yang secara bersamaan membatasi otonomi negara akibat interaksi berupa perluasan transaksi internasional dan pembiayaan aktivitas politik. Berbeda dengan ketergantungan (dependence) bahwa hubungan antar aktor seperti negara dapat dilihat dengan kerjasama dan persaingan, dalam interdependensi justru terdapat hubungan saling tergantung satu sama lain sehingga memiliki efek timbal balik antara aktor. Sehingga kebijakan dan tindakan dari aktor atau suatu negara akan memiliki dampak yang besar terhadap tindakan atau kebijakan negara yang lainnya atau sebaliknya dan hubungan ini dicirikan dengan kerjasama, ketergantungan, interaksi di berbagai bidang dan juga keamanan.

Konsep ini muncul pada pasca perang dingin yang mana saat itu sedang terjadi transformasi politik global yang besar, yaitu agenda politik mulai bergeser. Awalnya agenda politik global didominasi dengan kekuatan militer dan keamanan nasional berubah dimana negara-negara sadar bahwa untuk mencapai kekuatan atau power tidak bisa sekedar senjata canggih dan perusahaan militer melainkan harus ada landasan efisiensi ekonomi dan kemajuan teknologi yang aman. 5 Kemudian memunculkan perdebatan antara Realis dan Liberal, yang kemudian ilmuan dari Liberal Robert O Kohane dan Joseph S. Nye dengan buku yang berjudul Power and Interdependence: World Politics in Transitions, pada akhir 1970-an mereka mengenalkan model Interdependence Complex yang bagi Liberal diangga dapat menjelaskan kondisi politik global dengan kemunculan aktor global (aktor transnasional) baru seperti organisasi internasional dan perusahaan multinasional (MNC).

Interdependence complex merupakan hubungan saling ketergantungan diantara aktor global yang dicirikan dengan berbagai saluran interaksi, berbagai masalah dan ketiadaan kekuatan militer. Model interdependensi kompleks ini didasari asumsi bahwa negara bukanlah satu-satunya aktor, keamanan bukan tujuan nasional yang utama, dan kekuatan militer bukanlah satu-satunya alat untuk menjalankan kebijakan luar negeri (foreign policy). Interdependensi kompleks adalah konsep transnasionalis ekonomi yang berasumsi bahwa isu-isu kesejahteraan sosial memiliki tingkatan yang sama dengan isu keamanan dalam agenda global dan interaksi berupa kerjasama juga sama dominannya seperti konflik sebagai karakteristik politik internasional.

Dalam interdependensi, negara-negara atau aktor akan saling bekerja sama untuk mencapai kepentingan bersama dan hasilnya akan memberikan kemakmuran dan kestabilitasan dalam sistem internasional. Aspek yang paling signifikan dalam interdependensi kompleks adalah adanya kombinasi dua pandangan yaitu integrasi antara unsur-unsur kekuasaan politik dan liberalism ekonomi sehingga hubungan yang terbentuk lebih mempertimbangkan biaya dan manfaat hubungan interdependensi.

Anonymous, 1989. Breakdown of Robert O. Keohane and Joseph S. Nye, Jr., Power and Interdependence: World Politics in Transition, third edition, (Boston: Little-Brown, 1989), ch. 1 & 2. pp. 3-32. [Online] Available at: http://www.olivialau.org/ir/archive/keo5.pdf [Accessed 2018].
Kegley, C. W. & Blanton, S. L., 2011. World Politics: Trend and Transformation. 2010–2011 Edition ed. Boston: Suzanne Jeans . Mansbach, R. W. & Rafferty , K. L., 2008. Introduction to Global Politics. New York: Routlegde.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »